SUMBER YURIDIS, HISTORIS, SOSIOLOGIS, DAN POLITIS PANCASILA 

Universitas Mpu Tantular Jakarta
Nama: Ghege Suzan Apituley
Dosen pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., 
M.Pd., M.I.Kom    
          

1. Sumber Yuridis Pancasila

Sumber yuridis berarti dasar hukum yang secara resmi menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Uraian:

  • Pancasila tercantum secara eksplisit dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

  • Secara konstitusional, Pancasila menjadi norma dasar (grundnorm) dalam sistem hukum Indonesia.

  • Semua peraturan perundang-undangan harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Dasar Hukum:

  • Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  • TAP MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan TAP MPR No. II/MPR/1978 dan Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara

2. Sumber Historis Pancasila

Sumber historis berkaitan dengan proses sejarah lahirnya Pancasila.

Uraian:

  • Nilai-nilai Pancasila telah hidup dalam budaya bangsa Indonesia sejak masa kerajaan Nusantara (Sriwijaya, Majapahit).

  • Dirumuskan secara formal dalam sidang BPUPKI:

    • 29 Mei 1945: Muhammad Yamin

    • 31 Mei 1945: Soepomo

    • 1 Juni 1945: Soekarno (lahirnya istilah “Pancasila”)

  • Dirumuskan lebih lanjut dalam Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dan disahkan pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI.

3. Sumber Sosiologis Pancasila

Sumber sosiologis berasal dari realitas kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Uraian:

  • Pancasila mencerminkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat seperti:

    • Religiusitas

    • Gotong royong

    • Musyawarah

    • Toleransi dan pluralitas

    • Keadilan sosial

  • Nilai-nilai tersebut tumbuh dari kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk (suku, agama, budaya).

Makna:

  • Pancasila bukan ideologi impor, melainkan lahir dari pengalaman hidup bangsa Indonesia sendiri.

  • Membuat Pancasila relevan dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

4. Sumber Politis Pancasila

Sumber politis berkaitan dengan keputusan politik bangsa Indonesia dalam mendirikan negara.

Uraian:

  • Pancasila merupakan hasil konsensus nasional (gentlemen’s agreement) para pendiri bangsa.

  • Digunakan sebagai ideologi pemersatu untuk menghindari konflik ideologis (agama, liberalisme, komunisme).

  • Menjadi dasar dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara dan sistem demokrasi Indonesia.

Fungsi Politis:

  • Alat pemersatu bangsa

  • Landasan legitimasi kekuasaan negara

  • Pedoman etika dalam praktik politik nasional

Kesimpulan

Pancasila memiliki sumber yang kuat dan saling melengkapi:

  • Yuridis → memberi kekuatan hukum

  • Historis → memberi legitimasi sejarah

  • Sosiologis → memberi akar budaya

  • Politis → memberi daya pemersatu bangsa

Inilah yang menjadikan Pancasila tetap relevan sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia.

Referensi

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  2. Kaelan. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma

  3. Notonagoro. Pancasila: Dasar Falsafah Negara. Jakarta: Bina Aksara

  4. Yudi Latif. Negara Paripurna. Jakarta: Gramedia

  5. BPIP RI. Materi Pembinaan Ideologi Pancasila

  6. Sekretariat Negara RI. Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI PANCASILA

JEJAK BUDAYA DALAM PERUBAHAN: DIFUSI, AKULTURASI, ASIMILASI, PEMBARUAN, DAN INOVASI

KEBERAGAMAN DAN KEUNIKAN KEBUDAYAAN MALUKU