ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI PANCASILA

        ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI        PANCASILA

Universitas Mpu Tantular Jakarta
Nama: Ghege Suzan Apituley
Dosen pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom                                 


Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang memiliki struktur pemikiran mendalam. Dalam filsafat, tiga kajian utama yang digunakan untuk memahami suatu gagasan adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga aspek ini membantu menjelaskan hakikat, sumber pengetahuan, dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

1. Ontologi Pancasila

Pengertian Ontologi

Ontologi membahas tentang hakikat keberadaan—apa yang ada dan apa dasar dari keberadaan tersebut. Dalam konteks Pancasila, ontologi membahas hakikat manusia dan nilai-nilai dasar yang menjadi sumber lahirnya Pancasila.

Ontologi Pancasila

Ontologi Pancasila bertumpu pada hakikat manusia Indonesia sebagai makhluk Tuhan yang:

  • Memiliki unsur individu dan sosial secara seimbang.

  • Mempunyai potensi jasmani dan rohani.

  • Hidup dalam kesatuan yang disebut manusia monopluralis.

Inti Ontologis Pancasila

  1. Sila Ketuhanan → manusia sebagai makhluk spiritual.

  2. Sila Kemanusiaan → manusia sebagai makhluk bermartabat.

  3. Sila Persatuan → manusia sebagai makhluk sosial.

  4. Sila Kerakyatan → manusia sebagai makhluk rasional yang bermusyawarah.

  5. Sila Keadilan → manusia sebagai makhluk yang mengejar keseimbangan dan keadilan.

Nilai-nilai Pancasila bersumber dari budaya bangsa dan realitas manusia Indonesia yang telah berkembang sejak sebelum kemerdekaan.

2. Epistemologi Pancasila

Pengertian Epistemologi

Epistemologi membahas tentang sumber pengetahuancara memperoleh pengetahuan, dan validitas kebenarannya.

Epistemologi Pancasila menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila digali, dirumuskan, dan dibenarkan sebagai dasar negara.

Sumber dan Cara Perolehan Pengetahuan Pancasila

  1. Pengalaman sejarah bangsa Indonesia
    Nilai-nilai Pancasila berasal dari adat, budaya, dan praktik kehidupan masyarakat Nusantara.

  2. Rasionalitas para perumus Pancasila
    Melalui sidang BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945) dan PPKI, para pendiri bangsa menggunakan pemikiran kritis untuk merumuskan dasar negara.

  3. Nilai-nilai agama, moral, dan adat
    Pancasila adalah sintesis antara nilai religius, kemanusiaan, kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Ciri Epistemologis Pancasila

  • Holistik (menggabungkan akal, pengalaman, moral, dan wahyu).

  • Konsensual (lahir dari musyawarah).

  • Fleksibel-dinamis (dapat ditafsirkan sesuai perkembangan zaman).

  • Tidak dogmatis (bersifat terbuka).

3. Aksiologi Pancasila

Pengertian Aksiologi

Aksiologi membahas tujuan dan nilai dari suatu gagasan. Aksiologi Pancasila berkaitan dengan fungsi, manfaat, dan peranan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Aksiologi Pancasila

Pancasila berfungsi sebagai:

  1. Sumber nilai moral bangsa

  2. Dasar penyusunan hukum nasional

  3. Pedoman etika penyelenggaraan negara

  4. Identitas dan kepribadian bangsa

  5. Ideologi terbuka yang memandu tujuan pembangunan nasional

Nilai-nilai Dasar Pancasila

  • Nilai Ketuhanan

  • Nilai Kemanusiaan

  • Nilai Persatuan

  • Nilai Kerakyatan

  • Nilai Keadilan

Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi nilai instrumental (UUD 1945, hukum, kebijakan) dan nilai praksis (pelaksanaan dalam kehidupan sehari-hari).

Kesimpulan

Secara filosofis, Pancasila memiliki dasar pemikiran yang kuat:

  • Ontologi Pancasila menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila berakar pada hakikat manusia Indonesia yang monopluralis.

  • Epistemologi Pancasila membuktikan bahwa Pancasila berasal dari pengalaman sejarah, akal budi, dan musyawarah pendiri bangsa.

  • Aksiologi Pancasila menunjukkan bahwa Pancasila adalah sumber nilai moral, hukum, dan arah pembangunan bangsa.

Dengan memahami ketiga aspek filsafat ini, kita dapat melihat Pancasila sebagai sistem pemikiran yang komprehensif, dinamis, dan relevan sepanjang zaman.

DAFTAR REFERENSI

Buku & Literatur Ilmiah

  1. Kaelan, M.S. (2017). Filsafat Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

  2. Kaelan, M.S. (2013). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

  3. Kaelan & Zubaedi. (2007). Filsafat Pancasila dan Filsafat Bangsa Indonesia.

  4. Notonagoro. (1975). Pancasila: Secara Ilmiah Populer. Jakarta: PT Pantjuran Tudjuh.

  5. Notonagoro. (1983). Pancasila Secara Ilmiah dan Populer.

  6. Darji Darmodiharjo & Shidarta. (2006). Pokok-Pokok Filsafat Hukum.

  7. Yudi Latif. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: PT Gramedia.

  8. Kaelan. (2002). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat.





Komentar

  1. Wow kak keren sekaliii penjelasannya juga baguss 😉

    BalasHapus
  2. Artikel yang sangat menarik! Aku jadi dapat wawasan baru nih. Terima kasih sudah berbagi!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK BUDAYA DALAM PERUBAHAN: DIFUSI, AKULTURASI, ASIMILASI, PEMBARUAN, DAN INOVASI

KEBERAGAMAN DAN KEUNIKAN KEBUDAYAAN MALUKU