SISTEM MATA PENCAHARIAN DI KOTA AMBON
SISTEM MATA PENCAHARIAN DI KOTA AMBON
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Nama: Ghege Suzan Apituley
Dosen pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom
Faktor yang Mempengaruhi Mata Pencaharian di Ambon
- Letak geografis: Kota Ambon berada di pesisir dan dikelilingi laut, sehingga banyak penduduk yang bekerja di sektor perikanan.
- Kondisi alam: Wilayah berbukit dan subur menjadikan sebagian masyarakat menekuni pertanian dan perkebunan.
Perkembangan kota: Sebagai ibu kota provinsi, Ambon juga berkembang dalam sektor jasa, pendidikan, dan pemerintahan.
Kultur dan budaya: Budaya maritim dan gotong royong turut membentuk pola kerja dan ekonomi masyarakat.
Jenis-Jenis Mata Pencaharian di Kota Ambon
a. Nelayan dan Perikanan Laut
Mayoritas masyarakat pesisir bekerja sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan di Laut Banda dan sekitarnya, baik menggunakan perahu kecil maupun alat tangkap modern. Hasil tangkapan seperti ikan cakalang, tuna, dan teri menjadi komoditas utama.
b. Petani dan Perkebunan
Sebagian masyarakat Ambon juga bermata pencaharian sebagai petani, terutama di daerah pegunungan atau pinggiran kota. Mereka menanam tanaman seperti:
Pala dan cengkih (komoditas unggulan Maluku)
Pisang, singkong, dan ubi
Sayur-sayuran dan buah lokal
c. Pedagang dan Usaha Mikro
Pasar tradisional seperti Pasar Mardika menjadi pusat aktivitas ekonomi. Banyak masyarakat berdagang bahan pokok, hasil laut, rempah-rempah, dan kerajinan lokal.
d. Pegawai Negeri dan Swasta
Sebagai pusat pemerintahan, Ambon memiliki banyak pegawai negeri sipil (PNS), guru, tenaga kesehatan, dan pekerja di sektor jasa swasta seperti bank, hotel, dan perkantoran.
e. Pengrajin dan Industri Rumah Tangga
Beberapa warga juga menekuni kerajinan tradisional seperti:
Tenun ikat
Ukiran kayu
Anyaman dan perhiasan dari kerang laut
f. Pekerja Pariwisata
Dengan kekayaan budaya dan alam seperti Pantai Natsepa, Pantai Liang, serta situs sejarah, sektor pariwisata juga menyediakan pekerjaan sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, dan pengusaha kuliner.
Perubahan dan Tantangan Mata Pencaharian
Modernisasi dan teknologi mengubah cara masyarakat bekerja, seperti sistem tangkap ikan dengan GPS, pemasaran hasil tani melalui media sosial, dan sebagainya.
Kerusakan lingkungan, seperti penangkapan ikan dengan bom dan perusakan terumbu karang, mengancam mata pencaharian nelayan.
Urbanisasi menyebabkan berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi menjadi perumahan atau bangunan lain.
- Pendidikan dan keterampilan rendah membatasi peluang kerja masyarakat dalam sektor formal.
Upaya Pemerintah dan Masyarakat
- Pelatihan dan pendampingan UMKM
- Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat
- Program nelayan cerdas dan pertanian berkelanjutan
- Penguatan pasar lokal dan digitalisasi ekonomi
- Pemberdayaan perempuan dalam ekonomi kreatif
KESIMPULAN
Referensi
Dinas Perikanan Kota Ambon
BPS Kota Ambon, Statistik Daerah 2024
Wawancara Tokoh Masyarakat Ambon (media lokal Ambon Ekspres)

Komentar
Posting Komentar